Kami Akan Membantu Menjawab Pertanyaan Anda

Dealer Anzon Toyota Tambun Bekasi

Inovasi Toyota: Mobil Hidrogen Butuh Dukungan Kebijakan Pemerintah Indonesia

Inovasi Toyota: Mobil Hidrogen Butuh Dukungan Kebijakan Pemerintah Indonesia

Toyota Kembangkan Kendaraan Hidrogen, Dukung Kebijakan Pemerintah Indonesia

Karawang Timur, Jawa Barat, ruangenergi.com – Toyota Indonesia, melalui Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), telah mengambil langkah besar dalam pengembangan mobil berbahan bakar hidrogen. Langkah ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk media massa yang turut meliput sektor energi. Toyota memberikan kesempatan bagi media untuk berkunjung ke fasilitas TMMIN dan mendapatkan pemaparan mengenai kendaraan listrik serta kendaraan berbahan bakar hidrogen yang diproduksi Toyota.

Indra Chandra Setiawan, Engineering Management Divisi TMMIN, berbicara mengenai harapan Toyota terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia terkait pengembangan kendaraan hidrogen, khususnya mengenai aspek keekonomian energi. Menurut Indra, Toyota telah melakukan uji coba kendaraan battery electric vehicle (BEV) dan fuel cell electric vehicle (FCEV) di Thailand. Dalam uji coba tersebut, ditemukan bahwa untuk menempuh jarak 100 kilometer, mobil sedan berbahan hidrogen membutuhkan 1 kilogram hidrogen. Jika ingin menempuh jarak 600 kilometer, maka diperlukan sekitar 6 kilogram hidrogen. Hal ini membawa Toyota pada perbandingan biaya, antara BEV dan FCEV, yang bergantung pada kedekatan pengguna dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau Stasiun Hidrogen.

Indra menjelaskan bahwa harga hidrogen yang terjangkau, sekitar 80 ribu per kilogram atau lebih murah, akan mempermudah konsumen dalam memilih kendaraan hidrogen. Namun, di Indonesia, tantangan utama adalah harga energi yang masih disubsidi, membuat perkembangan teknologi baru, seperti hidrogen, lebih sulit berkembang. Ia menekankan pentingnya kebijakan energi yang mendukung keekonomian serta mengajak pemerintah untuk mempertimbangkan mekanisme yang dapat mendukung investasi di sektor ini, seperti subsidi untuk capital expenditure (Capex) agar memudahkan pengembangan teknologi baru.

Lebih lanjut, Indra mengungkapkan bahwa meskipun penetrasi kendaraan listrik terus berkembang, terutama untuk segmen kendaraan penumpang, Toyota juga melihat peluang besar untuk menghadirkan kendaraan berbahan bakar hidrogen untuk segmen kendaraan komersial atau heavy duty truck. Kendaraan berat seperti truk, menurut Indra, lebih cocok menggunakan teknologi hidrogen ketimbang baterai, karena kendala kapasitas baterai yang besar dan berat, yang akan menambah beban kendaraan.

Namun, pengembangan kendaraan hidrogen untuk sektor komersial juga menghadapi tantangan di Indonesia, di mana bahan bakar subsidi seperti biodiesel dan solar sudah menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi pengusaha. Untuk itu, Indra berharap adanya dialog dengan pemerintah guna mencari solusi terbaik dalam mendukung pengembangan kendaraan hidrogen di Indonesia.

Selain itu, Hary Devianto, Deputy Education dari Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE), menjelaskan bahwa hidrogen memiliki dua kategori utama, yakni low carbon dan high carbon. Hidrogen low carbon, yang cocok digunakan untuk kendaraan bermotor, masih memiliki harga yang cukup tinggi, sekitar US$ 5 hingga US$ 10 per kilogram. Namun, target jangka panjang adalah menurunkan harga hidrogen menjadi US$ 1 per kilogram, yang akan menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar yang lebih terjangkau dan dapat diakses oleh seluruh dunia.

Hary juga menjelaskan bahwa hidrogen abu-abu, yang dihasilkan dari bahan bakar fosil, meskipun lebih murah, tidak disarankan untuk energi karena tidak termasuk dalam kategori low-carbon. Oleh karena itu, fokus utama Indonesia harus pada pengembangan hidrogen low-carbon untuk memenuhi komitmen dunia terhadap energi terbarukan.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan terbentuknya ekosistem yang mendukung, harga hidrogen dapat turun dan memungkinkan pengembangan teknologi kendaraan berbahan bakar hidrogen di Indonesia.

SUMBER. RUANGENERGI.COM

error: Content is protected !!