
Pemerintah Indonesia memberikan insentif PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) sebesar 3% untuk mobil hybrid guna meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Dua produk Toyota yang mendapatkan insentif tersebut adalah Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.
Menurut Pressroom Toyota Indonesia, sejarah global kendaraan hybrid EV dimulai dengan Toyota Prius generasi pertama yang diluncurkan pada Oktober 1997. Prius menjadi kendaraan penumpang hybrid produksi massal pertama di dunia.
Dengan desain yang kompak, Prius sangat cocok untuk mobilitas perkotaan. Prius menawarkan efisiensi bahan bakar 28 km/liter dalam siklus uji 10-15 Jepang. Mobil ini berhasil memenuhi target efisiensi bahan bakar yang tinggi dan emisi gas buang yang rendah.
Prius dilengkapi dengan mesin bensin 1.500 cc VVT-i Atkinson-cycle yang menghasilkan 58 PS pada 4.000 rpm, serta motor listrik yang dikendalikan oleh Toyota Hybrid System (THS). THS bekerja untuk menyeimbangkan kinerja mesin dan motor listrik agar sesuai dengan kondisi berkendara.
Prius mengurangi pemborosan energi dengan mematikan mesin saat berhenti dan menggunakan sistem pengereman regeneratif untuk mengubah energi kinetik menjadi listrik. Dengan teknologi ini, Prius mampu menggandakan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi hingga setengah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin biasa.
Teknologi Mesin Bensin pada Hybrid EV
Sejak awal pengembangan, Toyota tetap memilih Atkinson cycle yang memiliki keunggulan signifikan dalam meningkatkan efisiensi mesin dibandingkan dengan siklus Otto yang digunakan pada mesin konvensional. Pada siklus Atkinson, katup masuk tertutup lebih lambat saat langkah isap, yang memungkinkan sebagian campuran udara dan bahan bakar keluar kembali menuju saluran masuk.
Teknologi Dual VVT-i yang mengatur timing katup masuk membuat siklus Atkinson lebih efisien dibandingkan siklus Otto. Dengan siklus ini, mesin membutuhkan lebih sedikit bahan bakar karena proses kompresinya lebih pendek, efisiensi thermal mesin lebih tinggi, dan emisi lebih rendah.
Series-Parallel Hybrid System yang Dikendalikan oleh THS
HEV Toyota menggunakan Series-Parallel Hybrid System, di mana mesin bensin memiliki dua fungsi: sebagai penggerak roda dan pengisi daya baterai hybrid. Keduanya dapat bekerja bergantian atau bersamaan sesuai kebutuhan.
Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk mesin bensin, motor listrik, generator listrik, Power Control Unit, dan Power Split Device (PSD) untuk membagi distribusi tenaga dari berbagai sumber. Toyota Hybrid System (THS) generasi kelima, seperti yang terdapat pada All New Kijang Innova Zenix HEV, bekerja dengan mulus mengombinasikan tenaga mesin dan motor listrik tanpa gangguan.
Ketika mobil berhenti, mesin bensin dimatikan selama kapasitas baterai masih mencukupi. Pada kondisi stop-and-go, sistem ini menghemat konsumsi bensin dengan memanfaatkan motor listrik. Pada akselerasi dan beban berat, kedua sumber tenaga bekerja sama untuk memberikan performa maksimal tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar.
Sistem pengereman regeneratif mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk mengisi daya baterai, memperpanjang penggunaan motor listrik dan mengurangi konsumsi bensin lebih lanjut. Mode EV juga memungkinkan pengemudi merasakan pengalaman berkendara mobil listrik yang hening dengan emisi nol.
Platform TNGA dan Toyota Safety Sense
Pada 2015, Prius Gen-4 memperkenalkan platform Toyota New Global Architecture (TNGA), yang memberikan pusat gravitasi lebih rendah dan kekakuan struktural yang lebih tinggi. Ini memungkinkan peningkatan pengendalian, kelincahan, dan aerodinamika. Selain itu, Prius Gen-4 juga memperkenalkan Toyota Safety Sense (TSS), sebuah teknologi keamanan aktif yang semakin melindungi pengemudi dan penumpang.
Kecanggihan Hybrid Engine Kijang Innova Zenix HEV
Hybrid engine pada Kijang Innova Zenix HEV merupakan contoh nyata teknologi hybrid Toyota yang efisien dan bertenaga. Menggunakan platform TNGA-C, mesin Dynamic Force Engine 2.0L M20A-FXS 1.987 cc 4-silinder Dual VVT-i menghasilkan 152 PS dan torsi 19,1 Kgm pada 4.400-5.200 rpm, dipadukan dengan motor listrik berdaya 113 PS dan torsi 21 Kgm, menghasilkan total tenaga gabungan 186 PS.
Mesin ini dikembangkan untuk meningkatkan thermal efficiency dan performa, menggunakan sistem D-4S untuk menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi. Hasilnya, mesin lebih efisien dalam mengolah bensin dan lebih ramah lingkungan, dengan emisi yang sangat rendah.
Kijang Innova Zenix HEV menawarkan beberapa mode berkendara: Eco, Normal, Power, dan EV. Mode EV memungkinkan mobil berjalan sepenuhnya dengan motor listrik, memberikan pengalaman berkendara dengan emisi nol.
Efisiensi Bensin dan Emisi yang Lebih Rendah
Berkat teknologi hybrid yang canggih, Kijang Innova Zenix HEV terbukti lebih hemat bahan bakar dibandingkan versi bensin. Dengan efisiensi mesin yang tinggi, Kijang Innova Zenix HEV mencatat konsumsi bensin 19,2 km/liter, lebih irit dibandingkan generasi sebelumnya yang menggunakan mesin diesel.
Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun dalam pengembangan teknologi hybrid, Toyota terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi, performa, dan dampak lingkungan dari kendaraan hybrid EV-nya. Dengan semangat continuous improvement, Toyota berhasil menciptakan kendaraan ramah lingkungan yang memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat sambil mendukung tujuan netralitas karbon.
Demikian, teknologi Hybrid EV Toyota menjadi pilihan yang sangat relevan dan populer di Indonesia, memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan polusi dan konsumsi bahan bakar.
SUMBER. TOYOTA.ASTRA.CO.ID







