Kami Akan Membantu Menjawab Pertanyaan Anda

Dealer Anzon Toyota Tambun Bekasi

TOYOTA GAZOO Racing Ukir Sejarah di WEC, 6 Kali Juara Beruntun di Le Mans 24 Jam

TOYOTA GAZOO Racing Ukir Sejarah di WEC, 6 Kali Juara Beruntun di Le Mans 24 Jam

Sejarah dan Prestasi TOYOTA GAZOO Racing di Ajang WEC: Dominasi di Le Mans 24 Jam

TOYOTA GAZOO Racing (TGR) bermula dari inisiatif sekelompok engineer Toyota yang dipimpin oleh Akio Toyoda, yang dikenal dengan nama “Morizo”. Pada tahun 2007, mereka mengikuti ajang balap ketahanan 24 Hours of Nürburgring dengan menggunakan Toyota Altezza, beroperasi dari sebuah garasi kecil.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas motorsport, pada 2009 Toyota mulai mengembangkan model seperti Toyota FT-86 di Nürburgring dengan mengusung nama GAZOO Racing. Tujuan utama bukan hanya menguji kendaraan, tetapi juga mengasah kemampuan pembalap serta engineer Toyota. Filosofi ini menjadi fondasi pendekatan continuous improvement melalui motorsport, yaitu mendorong kendaraan hingga batas maksimalnya agar semakin baik.

Semangat untuk terus berinovasi dalam dunia balap mendorong Toyota untuk mendirikan TOYOTA GAZOO Racing pada 2015. Motorsports tidak hanya dianggap sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai laboratorium pengembangan teknologi demi menghasilkan kendaraan produksi massal yang lebih baik di masa depan.

Perjalanan TOYOTA GAZOO Racing di Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC)

Pada 2016, TGR mulai berlaga di ajang World Endurance Championship (WEC) dengan mengandalkan Toyota TS050 HYBRID. Meskipun awalnya menghadapi berbagai tantangan, tim ini berhasil meraih kemenangan pertamanya di Fuji 6 Jam Jepang dan menutup musim dengan berada di peringkat ketiga klasemen pabrikan.

Di musim 2017, TGR menunjukkan peningkatan pesat dengan finis sebagai runner-up dalam klasemen konstruktor. Kemudian pada musim 2018-2019, TGR mencapai era kejayaannya dengan memenangkan gelar Juara Dunia Konstruktor WEC. Bahkan, pembalap mereka juga dinobatkan sebagai Juara Dunia Pembalap WEC 2018-2019.

Rekor impresif ini berlanjut hingga musim 2019-2020, di mana TGR kembali menyapu gelar Juara Dunia Pabrikan dan Pembalap, meskipun kejuaraan berlangsung di tengah pandemi COVID-19.

Keberhasilan terbesar TGR dalam dua musim ini adalah dominasinya di Le Mans 24 Jam, salah satu balapan ketahanan paling bergengsi di dunia. Pada musim 2018-2019, ajang Le Mans digelar dua kali, dan TGR memenangkan keduanya. Dengan tambahan kemenangan di musim berikutnya, TGR mencatatkan hat-trick kemenangan di Le Mans, sekaligus menebus kegagalan mereka pada tahun 2016.

Era Hybrid di WEC: Dominasi Toyota Berlanjut

Tahun 2021 menandai era baru dalam WEC dengan diperkenalkannya kelas Hypercar (Le Mans Hypercar/LMH), menggantikan kategori Le Mans Prototype (LMP). TGR pun memperkenalkan Toyota GR010 Hybrid sebagai mobil balap andalannya.

Berkat semangat continuous improvement, Toyota berhasil mencetak sejarah dengan kemenangan 1-2 di 8 Hours of Bahrain, sekaligus mengamankan gelar Juara Dunia Pembalap dan Konstruktor WEC 2021 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Pada musim 2022, Toyota GR010 Hybrid mendapat penyempurnaan teknis, termasuk pengurangan jumlah generator pada as roda depan menjadi satu unit dengan tenaga 272 PS, dikombinasikan dengan mesin 3.500 cc V6 yang menghasilkan tenaga total 680 PS.

Strategi ini terbukti sukses, dengan TGR kembali meraih Juara Dunia Pembalap dan Pabrikan WEC 2022, sekaligus mencatat kemenangan kelima berturut-turut di Le Mans serta kemenangan kedelapan di Fuji Speedway.

Musim 2023 semakin memperkuat dominasi Toyota di ajang WEC. Dengan tujuh event balapan dan total 64 jam lomba, TGR meraih enam kemenangan, termasuk empat kali finis 1-2. Dengan hasil ini, Toyota memastikan gelar Juara Dunia Pabrikan WEC untuk keenam kalinya secara berturut-turut.

Untuk musim 2024, Toyota memperkenalkan desain baru GR010 Hybrid dengan warna Black Matte, yang mencerminkan komitmen Toyota dalam menciptakan mobil balap terbaik serta menyempurnakan teknologi hybrid di ajang balap ketahanan.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya mencapai netralitas karbon, mobil balap Toyota kini menggunakan biofuel 100%, yang mampu mengurangi emisi CO₂ hingga 65%.

Meskipun tantangan semakin berat dengan 18 peserta Hypercar bersaing untuk memperebutkan gelar juara, Toyota berhasil mempertahankan gelar Juara Dunia Pabrikan WEC untuk keenam kalinya berturut-turut, sementara pembalap mereka finis di posisi ke-3 dan ke-4.

Keberhasilan terbesar Toyota di ajang balap ketahanan ini adalah dominasinya di Le Mans 24 Jam. Sejak tahun 2018, Toyota telah mencetak enam kemenangan berturut-turut, menjadikan mereka salah satu tim tersukses dalam sejarah balapan legendaris ini.

Prestasi ini tidak hanya membuktikan keunggulan teknologi Toyota Hybrid, tetapi juga menjadi bukti bahwa ketahanan dan inovasi adalah kunci keberhasilan di dunia motorsport.

SUMBER. TOYOTA.ASTRA.CO.ID

error: Content is protected !!