
Toyota Ungkap Detail Teknologi Fuel-Cell Generasi Ketiga: Lebih Tahan Lama dan Biaya Produksi Lebih Rendah
Kendaraan listrik terus mendapatkan popularitas, tetapi beberapa produsen otomotif tetap berinvestasi dalam teknologi hidrogen fuel-cell sebagai alternatif energi bersih. Toyota, sebagai salah satu pendukung utama teknologi ini, baru saja mengungkapkan detail pertama mengenai sistem sel bahan bakar generasi ketiga yang mereka kembangkan.
Teknologi terbaru ini akan diperkenalkan pada ajang International Hydrogen & Fuel Cell Expo di Tokyo pada 19 Februari. Berdasarkan laporan Carscoops, Toyota menjanjikan peningkatan signifikan pada sistem ini, terutama dalam efisiensi produksi dan biaya yang lebih rendah, berkat inovasi dalam desain sel dan proses manufaktur.
Lebih Terjangkau dan Tahan Lama
Salah satu keunggulan utama dari sistem fuel-cell generasi ketiga Toyota adalah biaya produksi yang lebih murah dibandingkan model sebelumnya. Tak hanya itu, daya tahan sistem ini juga mengalami peningkatan drastis. Toyota mengklaim bahwa fuel-cell terbaru mereka memiliki umur pakai dua kali lebih lama dibandingkan sistem generasi sebelumnya, bahkan ketahanannya diklaim sebanding dengan mesin diesel.
Selain meningkatkan durabilitas, Toyota juga memaksimalkan efisiensi bahan bakar, memungkinkan kendaraan berbasis fuel-cell memiliki jarak tempuh hingga 20% lebih jauh. Sebagai perbandingan, Toyota Mirai generasi saat ini mampu menempuh sekitar 402 mil (647 km) dalam satu kali pengisian hidrogen. Dengan meningkatnya efisiensi ini, pengguna bisa mendapatkan jarak tempuh yang lebih jauh tanpa sering mengisi ulang hidrogen, sebuah keuntungan besar terutama di wilayah seperti California, di mana harga hidrogen melonjak tajam tahun lalu.
Fleksibilitas Penggunaan di Berbagai Sektor
Toyota juga merancang sistem fuel-cell generasi terbaru ini agar lebih serbaguna. Teknologi ini tidak hanya akan diterapkan pada mobil penumpang, tetapi juga dapat digunakan pada kendaraan komersial, kapal, kereta api, dan generator stasioner.
Rencananya, sistem ini akan mulai tersedia setelah tahun 2026 dan dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara, Eropa, China, dan Jepang. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014, Toyota telah menjual sekitar 28.000 unit Mirai secara global. Selain itu, sistem fuel-cell Toyota juga telah digunakan dalam lebih dari 2.700 aplikasi lain, termasuk bus dan generator.
Toyota dan Masa Depan Kendaraan Hidrogen
Dengan inovasi ini, Toyota semakin menegaskan komitmennya terhadap pengembangan teknologi ramah lingkungan yang tidak hanya efisien tetapi juga terjangkau. Evolusi ke generasi ketiga ini diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan berbasis hidrogen lebih luas di masa depan, sekaligus menjadi solusi energi bersih di berbagai sektor industri.
Menarik untuk ditunggu bagaimana dampak teknologi ini terhadap industri otomotif global dalam beberapa tahun ke depan.
SUMBER. SUARA.COM







